Jumat, 26 November 2010

PMR tercinta

ku ucapkan yg teramat dalam terimakasihQterhadap organisasi yg tlah membimbingQ,mendidikQ,menjagaQdari pergaulan yg tak jelas diluar sana...
begitu banyak kenangan,kisah,pendidikan yg tlahQdapat didalam alur panjangmu. kau slamatkan aku dari pergaulan yg tak jelas diluar sana,kau didik aku menjadi sesosok manusia yg tak kenal lelah,tak pandang sosial,individual yg tegar,bijaksana dan dermawan slalu ingin membantu sesama...
canda tawa,tangis kesedihan,teriakan keberhasilan,sedu kegagalan berada menjadi di dalam organisasi ygQbanggakan...

tak terasa kiniQberanjak dewasa,berdasarkan selukbeluk budi pekerti dan segala nilai yg kau tanamkan pada diriku yg dlu kotor...
kau bersihkan aku dari individu yg tak begitu berarti,kau tunjukkan aku mana yg benar dan mana yg salah...
meskipun duluQslalu mengeluh,mengapa,kenapa,haruskan...tp kiniQsadar,semua yg terjadi tak pernah sia2dan omong belakang...

kakak-kakakku dlu yg membimbingku,dan alumni yg memotivasiQtuk tetap bertahan.trimakasih...

trimakasih banyak karena kalian yg slalu membimbingQtak kenal lelah,tak kenal pamrih,bagai guru yg slaluQbanggakan...
kak muklis;ajaranmu tentang membedakan antara umum&forum slaluQpelajari,aku praktekkan dalam kehidupan yg buatQtau cara membedakan tempat.
kak steven;semangatmu mempelajari semua materi yg begitu rumit buatQsemangat tuk mengikuti jejakmu tuk menguasai smw materi meskipun jjurQmasih tak sanggup spertimu.
kak amrul;kau buatQtau cara tuk slalu tersenyum dan buat suasana yg mencekam menjadi lebih humoris.itu juga yg dibutuhkan dlm kehidupan.
kak drajad;smangatmu tuk memajukan PMR,membuat karakteristik2anak2 menjadi anak bangsa yg maju dan jadi membuatQingin bisa memiliki smangat yg tinggi sepertimu.
kak alvin;pandangan yg luasmu,penuh ilmu kehidupan buatQmembuka mata tentang berbagai hal.
kak kholis;konsistensimu yg buatQingin menjadi sepertimu,dan kini tlahQtanamkan dalam diriku.
kak surya;motivasimu tak pernah lekang dariQ,makasih atas sgala yg kau tanamkan dalam diri ini,buatQjadi laki2yg dewasa,meskipun tak sepenuhnya.
trimakasih kakak2Qmaaf tak bisaQsebut satu persatu,tp trimakasih.

para Pembina yg aku banggakan,guruQyg slaluQkagumi…
pak gunawan:kau buatQ mengerti dari inti sebuah kejadian,semua yg terjadi pasti ada sebabnya. Tak ada yg sia-sia,karena semua tlah terjadi.
Bu yayuk: management waktu adalah salah satu hal terpenting dalam kehidupan.
Pak zaenal: slalu kreatif dalam berbagai hal,tak kenal lelah tuk buat suatu hal lebih menyenangkan,tapi tetap slalu memiliki makna yg mendalam.
Bu fitri: perjuanganmu begitu berarti bagi kami,kau tak pedulikan kondisimu hanya demi membimbing kami siang hingga tengah malam.

Tmn-tmn angkatanQ.
Makasih kalian slama berjuang bersama.suka duka kita tanggung bersama.tanpa lelah,tanpa jasa.meskipun kini kita tlah berpisah,namun kita tetap “satu hati satu tujuan”

Adek2Qyg tlah sering bertemu denganQhingga bosan…
Maafkan kakakmu ini yg sangat membosankan yg slalu tak henti-hentinya mengawasi kalian,memaksa kalian tuk menjadi individual yg baik,ingin memajukan organisasi kita dengan raga kalian…
Maafkan aku ya alvian,dluQsering tekan dirimu…tuk jadi ketua yg sempurna,dan membawa anak buahmu tuk lebih baik,karena semua produk yg baik,berasal dari mesin yg baik pula…
Banyak kenangan yg manis dan tak bisa ditulis hanya dgn selembar kertas,ataupun satu buku kecil…
Semua hal yg membawaku tuk datang dalam kehidupan yg indah ini,ajarkanQberbagai hal dari hal kecil hingga hal yg sangat besar…
Masalah,latihan,praktek,dan laporan…
Semuanya….
Memang lelah,tiap hari memikirkan masalah yg silibergani datang…
Tiap jum’at bergegas berangkat sore2 ke sekolah hanya untuk berlatih dan bertemu kakak kelas yg menyebalkan…
Tapi kiniQsadar,semua hal itu lebih berarti…ketimbangQharus pergi jeng-jeng bersama teman-teman yg tak bermoral. Keluar track-trackan…merokok,mabuk-mabukan,main wanita dan hal2menjijikkan lainya…
Kau berikanQpelajaran tentang semua hal itu adalah hal yg tak berguna,memang aku disitu selalu bersama alcohol,tepatnya 65%
Tapi bukan alcohol yg sering diminum org2gila diluar sana,melainkan tuk mensterilkan luka luar.
Hmmm….

Banyak hal memang,sangat banyak bila inginQceritakan tentang perjalananQdidalam organisasi yg aku puja itu.
Tapi bukan itu yg aku sampaikan dalam tulisanQini…
Yg inginQsampaikan adalah permintaan maaf.

Maaf karena aku tak bisa seperti kalian kakak-kakakku,menyalurkan semua bakat kalian ke adek kelas.dan bahkanku tak tau apa tugasku…
Mungkin memang sudah saatnya aku berhenti dari kegiatan yg slama ini ku gandrungi ini.
Bukan maksutku tuk kacang lupa kulitnya,tapi jujurQtak sanggup…
Entah mengapa aku bisa seperti itu,tapi memangku tak bisa menjelaskannya…
Tapi inilah mungkin jalan terbaik, aku akan kembali memikirkan diriku sendiri tanpa ada embel2 PMR dalam hidupku,mungkin sudah cukup…
Skali lagi maafkan aku,dan trimakasih banyak untuk semuanya….

Hatiku masih slalu untuk PMR smansara tercinta:)

Sabtu, 13 November 2010

Cinta yang bertepuk sebelah tangan

Idealnya kita harus percaya diri bahwa Islam ya'la 'alaih, tinggi dan tidak ada yg menlampauinya. Islam memiliki segala nilai yg sempurna serta seluruh 'software' terbaik untuk menjalani kehidupan dalam kemuliaan sehingga kita tak perlu melirik pada yg lain,karena yg lain pasti tidak lebih baik. Lebih-lebih pada umat yg kufur terhadap risalah ini.
Tapi nyatanya, idealisme semacam tidak mudah kita wujudkan kala terbentur kenyataan bahwa hari ini, umat kini memang mengalami banyak kemunduran dalam berbagai bidang, terlebih soal teknologi dan sains serta kesejahteraan finansial. Padahal hari ini, penentu finansial atau siapa yg layak diteladani bukanlah spiritualitas bahkan moralitas pun bukan. Yang dituhankan di abad ini adalah materi. Karenanya,predikat masyarakat atau negara maju dan karena maju mereka banyak ditiru, tidak disematkan kepada masyarakat yg memiliki aktivitas religius yg kental atau sebuah masyarakat yg masih menjaga keluhuran miral. Justru masyarakat dengan tipikal di atas akan dijadikan masyarakat tersuaka,aset wisata bagi yg ingin melihat seperti apa kehidupan masyarakat pedalaman. Gelar itu miliki negara yg punya teknologi maju dengan instrumen hidup yg serba canggih, sistem negara yg rapi dan memiliki kesejahteraan finansial yg tinggi. Malangnya kini yg memiliki semua itu adalah orang-orang kafir. Merekalah kini yg berjalan di karpet merah,dikagumi dan diteladani umat manusia, termasuk umat Islam. Kiblat manusiapun mengarah pada mereka dan semua yg berasal dari mereka seakan otomatis terlabeli "modern", tak terkecuali budaya dan gaya hidup.
Ada yg membela diri, "apa salahnya meniru orang barat -meskipun kafir0 dalam hal teknologi dan ilmu pengetahuan,bukan dalam hal agama." Memang tidak salah meniru teknologi mereka, tapi realitanya, yg banyak ditiru dan diadopsi bukan kemajuan sainsnya tapi gaya hidup dan budaya mereka. Padahal mereka disebut maju karena sains dan teknologinya. Masalahnya,meniru kemajuan sains bukanlah hal mudah. Ada banyak aspek yg dibutuhkan untuk menirunya mulai dari karakter individu semacam kedisiplinan dan keseriusan,hingga dana dan juga proses yg lama. padahal syahwat untuk bisa mirip dengan orang-orang di negara maju nan modern sudah tak berbendung. Sedang meniru budaya tak serumit meniru teknologi. Cukup dengan meniru gaya berpakaian, makan, berperilaku dan berpola pikir, orang sudah bisa terlihat mirip dengan orang dari negara modern.
Dan begitulah,banyak diantara kita yg sering latah dan meniru begitu saja kehidupan orang-orang yg kita naggap maju itu. Jika orang barat karena kesibukannya suka mengkonsumsi makanan instan, tak sedikit diantara kita yg bergaya hidup instan meski kesibukan belum seberapa. Jika mereka karena tidak mengenal islam biasa berpakaian minim, para wanita kitapun meniri begitu saja. Kebiasaan mereka mengkonsumsi minuman keraspun menjadi trend di tengah kita. Wine atau minuman beralkohol sejenis anggur kini menjadi gaya hidup yg digemari dan dianggap berkelas. Saat di barat muncul kelompok "Punk", lihatlah tak beberapa lama disekitar kita, di perempatan jalan dan lampu merah bermunculan gerombolan anak-anak belia dengan pakaian aneh dan kumal yg menamakan dirinya "Punk". Pemandangan yg menyedihkan, apalagi jika mengingat masa kecil saat orangtua mereka sering bertanya, "Besok besar mau jadi apa,Nak?"
Yang lebih parah dari semua itu ketika umat Islam sudah mulai mengekor dan slalu mengaca kepada orang barat dalam cara pandang, logika berpikir dan memahami agama. Bagi orang kafir, rasio adalah menentu mana benar mana salah. Di tangan mereka,agama pun diatur oleh rasio hingga selalu berubah-ubah dan hinlang otentitasnya. Tapi kita lihat, tidak sedikit orang-orang yg dianggap sebagai cendikiawan Islam terlihat begitu gandrung dengan cara pandang dan metode orang-orang kafir dalam memahami agama dan kitab suci mereka. Kesan ilmiyah hanya bisa didapat jika mampu mencukil teori-teori dari manusia yg tak pernah menganggap Allah SWT sebagai Tuhannya dan Muhammad SAW sebagai Nabinya itu.
Keterkaguman yg memprihatikan dan kecintaan yg menyedihkan. Mengapa menyedihkan? Karena cinta kita pada orang-orang dari negara maju itu, kekaguman kita pada mereka dan latah kita untuk meniru apapun yg mereka lakukan adalah cinta yg tidak hanya bertepuk sebelah tangan tapi berbalas kebencian. Karena sedikitpun mereka tidak mernah mencintai kita dan menyukai kita. Yang ada pada mereka terhadap kita, umat Islam,adalah kebencian dan hasrat ingin menihilkan Islam dari muka bumi. Ini bukan provokasi, tetapi sebuah hakikat yg harus kita sadari karena penuh dengan berjuta berkas bukti. Nestapa tiada akhir yg menimpa muslim palestina, porak-porandanya kehidupan muslimin Irak dan afghanistan, pelecahan kartun Nabi yg terjadi berulang-ulang,stigma teroris,penyebaran racun-racuh liberalisme yg merusak akidah, dan ekspose budaya-budaya yg merusak moral yg kemudian kita tiru dan masih banyak yg lain, adalah file-file bernoda darah akibat kebencian mereka.
Kalau masih menganggap ini adalah provokasi,mari kita renungi bersama firman ALLAH SWT berikut ini:
"beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya..."
(QS.Ali Imran;119).
"Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (depan) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup."
(QS Al-Baqarah:217)
Iman mujahid menjelaskan,"Bagaimana bisa kalian mencintai mereka,padahal mereka tidak mencintai kalian, kalian beriman kepada kitab-kitab; injil.taurat dan al-Qur'an sedang mereka kafir terhadap semua kitab itu."(Bahrul Ulum, as Samarkandi;I/305).
Selain itu,dibalik kemegahan materi yg mereka pamerkan, ada sisi gelap berupa rusaknya moral dan spiritual karena jauhnya mereka dari cahaya kebenaran. Dua hal yg pada akhirnya akan membuat kemajuan teknologi menjadi tak berarti. Soal anjloknya moral,mereka tak bisa menutupi dan memang mereka tak pernah berusaha menutupi agar kita mengikuti.
Nah,setelah ini adakah kita masih silau dan tetap terpukau? Padahal di dada kita telah ada permata yg tak ternilai harganya? Kalau permata Islam kita terlihat redup dan kusam, mungkin karena kitalah yg membiarkannya tertutup debu dan sawang-sawang kekaguman pada yg lain. Jika demikian, berarti sekarang waktunya bersih-bersih diri.Wallahua'lam.(T.Anwar)


from: Majalah Islam Ar-Risalah -menata hati menyentuh ruhani-

Kamis, 04 November 2010

berpaling dari dunia

ketikaQbersembunyi dari dunia...
kini aku mengerti arti kesepian yg sebenarnya...
yg hanya bisa bercurhat lewat tulisan...
mengungkapkan expresi kekecewaan dan kemarahan lewat menulis...
dan hanya ditemani berjuta-juta tulisan..

tak ada satupun yg bisa diajak tersenyum,tertawa bersama,ataupun sedih dan saling menghapus air mata...
begitu sepinya dunia yg ku lalui saat ini tanpa ada yg menemani satu orangpun...
seakan aku hidup hanya untuk hari ini,dan mungkin dikala aku tidur,,,
disaat itulah aku mati...

dan mungkin bila pagi hari itu aku membuka mataku,,,
disaat itulah aku mendapatkan kehidupan baru...
slalu seperti itu dan berlanjut dengan seterusnya...

sepi,sunyi,sendiri...
kini sudah menjadi makanan harian ku saat ini,pada awalnya aku sangat tertekan...
tapi lama-kelama'an,aku mulai terbiasa dengan semua ini...
hidup dengan sepi,aku mencari sesuatu yg bisaku lakukan agarku melupakan kesepianku...
disaat begitu sunyi,aku tinggal menghidupkan musik yg bisa membuatku semangat lagi tuk jalani hidup yg seperti ini...
disaatku sendiri,itu si memang sudah takdirku,jadi dinikmati sajalah...
toh suatu saat pastiku takkan sendiri lagi...



tetap slalu bersyukur pada sang MAHA KUASA,atas segala nikmat yg diberikan kepadaku...
karena sampai saat ini,tak ada pikiran tuk mengakhiri hidup hanya karena semua hal itu....

Senin, 01 November 2010

hanya ingin menulis

aku hanya ingin menulis,sekali lagi hanya ingin menulis...

karena hanya itu satu-satunya yg bisaku lakukan saat ini...

aku bukanya sok puitis,dan ingin narsis...

tapi hanya itu yg bisaQlakukan tuk mengisi kekosongan dalam hidup ini...

dari padaku melakukan hal yg anarkis...

sehingga memalukan diri ini sendiri...

kegelapan diri

terkadang dunia ini begitu hampa bagiku,terasa sangat sepi meskipun begitu banyak mahluk disekitarku yg menghampiriku.
begitu sunyi rasa hati ini dikala malam telah datang,merasakan sakitnya sendiri,merana dalam hati,tak ingin berkata sepatah katapun...
mengapa hari-hariku kini seperti ini?
apakah salahku dimasalalu buatku seperti ini?
apa salahku itu?
aku benar-benar tak tau!

mengapa hanya hujan yg slalu tmni sepiku,padahal hujan slalu tak diinginkan banyak orang.
aku seperti srigala yg slalu sendiri di puncak gunung,,,
berharap sang bulan tuk turun temani sepiku...
aku slalu berteriak,berteriak sekencang-kencangnya pada bulan...
"wahai sang bulan yg indah dan terang,turunlah kesini temani sepiku ini"

tp sampai saat ini,bulanpun tak pernah peduli padaku.yg hanya tampilkan sinarnya padaku di malam hari..,
namun tak apa,setidaknya sang bulan slalu temani malamku yg gelap gulita,penuh dengan derita,kekejaman yg slalu menghiasi kegelapan itu..
hingga mata ini tak pernah terpejam di kala kegelapan itu muncul...

hujan yg menghilang

dikalah hujan berhenti membasahi hariku,genangan air berlari menjadi kering lagi...

harikupun terasa sunyi kembali dikala tak ada satupun tetes air yg membasahi tubuh ini...

mengapa hidup yg rumit ini menjadi sepi...

tak kuasa menahan diri tuk bertanya apa aku ini...

tapi skali lagi...

semua hanya ada sepi...